You are browsing with label: Showing posts with label KIPRAH KAMI. Show all posts
Telah dilantik ketua MPW (Majelis Pertimbangan Wilayah) PIP PKS Malaysia periode 2012 - 2014, Budi Yanto Husodo dan bendahara PIP PKS Malaysia, Budi Abdul Muiz, pada hari Sabtu, 15 September 2012. Pelantikan ini dipimpin oleh sekretaris BHLN, Dipl. Ing. Agung Wibowo

Selain itu, Agung juga melantik ketua PIP PKS Malaysia periode 2012 - 2015 untuk wilayah persekutuan Malaysia. Berikut nama-nama Ketua PIP PKS yang telah dilantik untuk masa jabatan 2012-2015;

Pelantikan yang diadakan di Markas Dakwah PIP PKS Malaysia di Kuala Lumpur, dibuka oleh Ketua PIP PKS Malaysia, DR. Syarief Junaidi dan diisi taujih oleh sekertaris BHLN Dipl. Ing. Agung Wibowo.

Turut hadir dalam pelantikan ini, kader PIP PKS yang tinggal di beberapa wilayah Malaysia, seperti Selangor, Kuala Lumpur, Perak dan Johor.
Read more

Read more
http://acehterkini.com/wp-content/uploads/2013/05/pks1.jpg
Tanggal 19-20 Januari 2013 yang lalu, PIP PKS Johor, Malaysia mengadakan upgrading untuk kadernya. Upgrading yang diberi nama Talaqi Madah ini adalah program yang digulirkan oleh bidang kaderisasi PKS dan dilaksanakan setiap tahun.


Hadir sebagai narasumber, enam orang ustad yang diutus oleh DPP PKS Jakarta untuk mengupgrade kadernya di luar negeri. Mereka adalah Ustadz Hermawan, Ust. Ahmad Rofi’ Syamsuri, Ust. Porkas, Ust. Porkas Halamoan, Ust. Rahmad Syah, Ust Muchamad Bugi dan Ust. Suko.


Menurut ketua bidang Kaderisasi PIP PKS Johor, Ustad Feri Candra, tujuan diadakannya Talaqi Madah ini sebagai sarana pembekalan kepada para murabbi terhadap penguasaan pada materi-materi tabiyah sesuai dengan Manhaj 1433H.


Materi-materi tersebut di talaqikan langsung kepada peserta sesuai dengan marhalahnya oleh para ustadz yang berkompenten di bidangnya.


Harapannya dengan acara ini, akan memperkuat dakwah di berbagai kawasan di Johor, khususnya dalam pengelolaan halaqoh.


Program Talaqi Madah ini merupakan Talaqi Madah yang ke-3 kalinya dilaksanakan di Malaysia, yang sebelumnya telah dilaksanakan tahun 2011 di Kuala Lumpur, Malaysia dan pada tahun 2012 di Johor, Malaysia.


Acara Talaqi Madah ini diikuti oleh para murabbi dan calon murabbi yang berasal dari Johor dan Singapura. Jumlah peserta ikhwan 21, akhwat 27, total 49 orang, yang dibagi ke dalam tiga kelas.


Dalam pesan terakhirnya ketika menutup kelas Talaqi Madah, Ustad Hermawan, sebagai perwakilan dari bidang kaderisasi DPP PKS, memberikan pesan kepada para murabbi dan calon murabbi. Dalam pesannya, beliau menyampaikan beberapa poin yang diambil dari hadits Baginda Rasulullah SAW.


Pertama, Tajdid. Kata tajdid diambil dari bahasa Arab yang berkata dasar "Jaddada-Yujaddidu-Tajdiidan" yang artinya memperbarui.


Hendaklah kalian memperbaiki bahtera (safinah) karena lautan itu dalam. Di dalam kehidupan kita, harus senantiasa memperbaharui keimanan. Di dalam dakwah/harokah, safinah kita adalah ilmu. Dengan kita senantiasa memperbarui ilmu kita, maka dakwah dan harokah akan semakin besar.


Dakwah pada kebenaran atau dakwah kepada “keburukan” mempunyai kondisi yang sama, yaitu terus melakukan regenerasi, update ilmu dan lain-lain. Dengan adanya acara Talaqi Madah ini, diharapkan akan mentajdid diri dan kita bertekad mewariskan ilmu ini kepada generasi kita. Dengan apa mewariskannya? Dengan cara menyampaikan kembali ilmu-ilmu yang telah kita miliki kepada orang lain.


Kedua, ringankan beban kalian karena perjalanan itu masih sangat jauh.


Ustad berpesan agar meringankan beban diri kita dari kemaksiatan dan memunculkan keburukan. Perjalanan dakwah tidak diukur dari usia manusia, tetapi diukur oleh generasi.


Ketiga, seorang kader muntijah adalah kader yang bisa menghasilkan karya yang terbaik untuk dakwah. Ibarat sepetak tanah, ditaburi benih, disiangi, dipupuk dan disirami dengan air, bisa menumbuhkan tanaman yang bermanfaat bagi kehidupan manusia.


Kader muntijah adalah kader yang berhasil dan sukses mengolah ilmu yang didapatkannya menjadi ladang amal baginya dengan cara menyebarkannya kepada orang lain.


Semoga Allah menganugerahkan kesabaran dan kekuatan kepada kader PIP PKS di Johor agar mampu melaksanakan semua pesan dan warisan ilmu yang telah sampai kepada mereka. Amin ya rabbal alamin.[SW]
Read more
Dalam rangka menyambut Hari Ibu tanggal 22 Desember, Bidang Perempuan PIP PKS Johor menyelenggarakan seminar dengan tema Menjadi Muslimah Entrepreuner (23/12/2012). Seminar ini diselenggarakan di kantor IKRAM Taman Universiti, Johor, Malaysia.

Seminar yang menghadirkan DR. Mira Kartiwi, B.Com, M.Infosys, seorang dosen dan asisten Professor di International Islamic University Malaysia dihadiri 150 orang peserta. Mereka terdiri dari mahasiswa, istri-istri dosen, istri staff KJRI dan pekerja wanita di Johor, Malaysia.

Ketua Bidang Perempuan PIP PKS Johor, Meti Herawati, SPd, dalam kata sambutannya mengatakan bahwa kegiatan menyambut hari ibu yang diselenggarakan setiap tahun ini bertujuan untuk memberikan penghargaan pada tugas dan peran penting ibu dalam keluarga, masyarakat dan bangsa.

Sementara itu, menurut ketua panitia, Afifatunnisa, Lc, kegiatan seminar dengan tema Menjadi Muslimah Entrepreuner bertujuan untuk memberikan bekal kepada para perempuan Indonesia untuk berusaha mandiri dan meningkatkan kualitas perempuan dan ibu Indonesia.

Dalam seminar ini tergali informasi, hanya 10% dari peserta yang sudah melakukan kegiatan wirausaha. Ini ditunjukan dari banyaknya alasan peserta yang menjadi kendala dalam berwirausaha. Alasan yang paling banyak adalah tidak ada modal, banyak saingan dan tidak bakat dagang.

Menurut DR. Mira, jika kita bisa mengalahkan semua tantangan itu, maka kita akan bisa berhasil. Tidak ada manusia yang dilahirkan dengan bakat dagang, tetapi banyak pula yang berhasil dalam dunia wirausaha. Hal ini karena selain bakat, ketekunan lebih dominan dalam mencapai keberhasilan.

Diakhir bahasan, DR Mira berpesan, jika sudah berhasil dalam wirausaha agar tidak melupakan zakat dan shodaqoh. Dengan demikian usaha yang dijalankannya lebih berkah dan diridloi oleh Allah SWT.

Tema yang menarik dan penyampaian materi yang interaktif dari narasumber, akhirnya mampu mendongkrak semangat para peserta untuk memulai wirausaha. Apalagi motto yang menggugah dari DR Mira, BMW aja Yuk! Bukan BMW mobil ya, tetapi Berani Menjadi Wirausahawan, yuk!

Seminar yang dimulai pada pukul 10 pagi dan selesai pukul 13 siang, diselingi dengan lantunan nasyid dan puisi. Grup nasyid yang terdiri dari para perempuan pekerja di Gelang Patah ini menyanyikan tiga buah lagu nasyid yang bertemakan ibu. Pembacaan puisi dengan tema ibu dibacakan oleh seorang pekerja perempuan dari Senai.

Dalam seminar sehari, kemarin (23/12) terkumpul dana untuk Palestina sebanyak RM 300. PIP PKS Johor masih membuka kotak infak dana bantuan untuk Palestina. Bagi warga Indonesia di Johor yang ingin menyalurkan dananya, silakan sampaikan ke no rek. CIMB ISLAMIC 01060000271207 atas nama Ustad Azhari Zailani Daud. [Tim Media PIP PKS Johor]





Read more
Allahu Akbar ... Allahu Akbar ... Allahu Akbar ...
Lailahaillahuwallahu Akbar
Allahu Akbar walillahilhamd
Allahu Akbar kabira walhamdulillahikatsira
Wasubhanallahibukrota wa asila ...

Takbir dan tahmid dilantunkan sepanjang hari raya Idul Adha 1433H kemarin. Masjid penuh sesak dengan jama'ah yang tak ingin ketinggalan untuk menyempurnakan ibadah di hari raya Idul Adha tahun ini.

PIP PKS Johor, melaksanakan sholat Idul Adha berjama'ah di perkebunan Orchid Ulu Choh, Pekan Nanas Johor Bahru pada hari jum'at 26/10/2012.Shalat Idul Adha yang dimulai pada pukul 07.45 pagi ini diimami oleh ustad Yusro, seorang tokoh masyarakat setempat dan khatib DR. Belyamin, dosen Teknik Mesin UTM, Johor. Hadir mewakili PIP PKS Johor, Ustad Budi Yanto Husodo.

Pada hari itu juga, selesai shalat Idul Adha, pada pukul 08.45 dilaksanakan penyembelihan hewan kurban. Sebelum acara penyembelihan, kader dan simpatisan melakukan sarapan bersama. Ustad Yusro pada kata sambutannya sesaat sebelum prosesi penyembelihan dimulai, beliau menyampaikan rasa terimakasihnya kepada PIP PKS Johor atas perhatiannya kepada masyarakat dengan memberikan sumbangan berupa seekor sapi kurban.

Pada prosesi penyembelihan sapi kurban, ustad Budi Yanto Husodo sebagai penyembelih sapi. Penyembelihan dibantu oleh semua warga secara bergotong royong.

Daging kurban sebanyak 120 bungkus itu pun didistribusikan kepada warga sekitar di perkebunan Asia Orchid Ulu Choh, Pekan Nanas, Johor.






Sebar hewan kurban di Perkebunan Nanas Simpang Renggam

Pada jum'at siangnya, PIP PKS Johor pun melakukan penyembelihan hewan kurban di Perkebunan Nanas, Simpang Renggam.

Di perkebunan ini disembelih satu ekor sapi yang dilakukan oleh Ustad Azhari dan dibantu secara bergotong royong oleh semua warga di sekitar perkebunan Nanas. Alhamdulillah telah terdistribusi 130 bungkus daging kurban dan didistribusikan kepada warga sekitar perkebunan.

Hadir pada penyembelihan kurban di Perkebunan Nanas Simpang Renggam, Ketua PIP PKS Johor, DR. Arien Heryansyah.

Setelah prosesi penyembelihan, kader dan simpatisan makan bersama dengan menu soto daging sapi yang dimasak oleh warga perkebunan Nanas yang kebanyakan adalah pekerja laki-laki.










Sebar hewan kurban di Taman Universiti

Pada hari yang sama, Jumat 26/10/2012, telah disembelih dua ekor sapi dan telah didistribusikan sebanyak 330 paket daging kurban kepada mahasiswa, TKI dan warga Indonesia yang berada di kawasan Taman Universiti, Johor.

Bertugas sebagai penyembelih kurban, Ustad Zainudin Ma'ali dan dibantu masyarakat Indonesia di sekitar perumahan Melawis, Johor Malaysia.



PIP PKS Johor sebagai perwakilan PKS di Johor, Malaysia, menyelenggarakan sebar kurban ini setiap tahun sebagai pengkhidmatan kepada masyarakat. Seperti tahun yang lalu, PIP PKS pun melaksanakan program Sebar Qurban dan disebarkan ke 11 kawasan yang ada di Johor Malaysia, seperti Senai, Simpang Renggam, Pekan Nanas, Taman Universiti, Kota Tinggi, Gelang Patah, Pasir Gudang dan lain-lain.
Read more

Bidang Perempuan PIP PKS, menggelar Mini Seminar pada hari Rabu, 17 Oktober 2012. Kegiatan dengan tema, “Mencetak Generasi Qur’ani dengan Cinta” ini diselenggarakan di Pejabat IKRAM Taman Universiti, Johor, Malaysia.

Hadir sebagai pembicara, Ustadzah Wirianingsih, ibunda dari 10 bersaudara bintang Al Qur’an. Ustadzah yang terkenal dengan panggilan, Ustadzah Wiwi, tak lain adalah istri anggota DPR RI, Mutammimul ‘Ula. Selain hadir di Johor, beliau pun hadir di Singapura dan Kuala Lumpur untuk mengisi seminar parenting.

Dalam kajiannya, ustadzah Wirianingsih, menyampaikan pengalamannya mendidik 10 buah hatinya dalam berinteraksi dengan Al Qur’an. Beliau membaginya dalam beberapa point yang harus diperhatikan secara khusus oleh orang tua.

Pertama, mulai dari orang tua. Membentuk anak dimulai dari orang tua. Pilar utama dalam keluarga adalah ayah dan ibu. Orang tua harus memiliki visi dan misi yang jelas dalam membangun keluarganya. Orang tua pun dituntut memiliki cita-cita berkeluarga, hal ini mengharuskan orang tua tahu pasti tentang Islam.

Dalam poin ini Ustadzah Wiwi mengatakan bahwa orang tua harus memahami apa itu al Qur’an, keutamaannya dan mengetahui kewajiban manusia kepada Al Qur’an. Orang tua juga harus gemar dan akrab berinteraksi dengan Al Qur’an. Selain itu juga, punya visi dan misi qur’ani dalam mendidik anak-anak dan keluarganya. Terakhir, bersungguh-sungguh dan bekerjasama secara sinergis.



Kedua, mulai dari rumah. Ustadzah mengajak para orang tua untuk senantiasa membangun nuansa rumah yang “akrab” dengan al Qur’an. Caranya yaitu, dengan memutar kaset/CD murottal al qur’an setiap hari, memasang gambar-gambar kaligrafi ayat-ayat al Qur’an dan menciptakan suasana rumah yang Islami.

Menjadwal kegiatan harian dengan berinteraksi intensif dengan Al Qur’an dari bangun tidur sampai menjelang tidur. Misalnya saja mencari waktu-waktu terbaik. Pagi adalah waktu terbaik untuk berinteraksi bersama Al Qur’an saat sebelum subuh. Kumpulkan semua anggota keluarga untuk senantiasa berinteraksi dengan Al Qur’an sampai berakhir ba’da subuh. Akhiri kegiatan ini dengan doa sebelum melakukan aktifitas lainnya.

Begitu juga saat maghrib sampai Isya. Lakukan hal yang sama dalam masa itu dan akhiri kegiatan tersebut dengan doa sebelum melakukan aktifitas lainnya menjelang tidur malam.

Untuk melawan kebosanan dan kemalasan, ciptakan kegiatan yang variatif, dinamis dan fresh. Berikan reward pada usaha anak meskipun sedikit.

Ketiga, mulai dari sekolah. Orang tua wajib memilihkan sekolah terbaik untuk anak-anaknya. Lakukan dialog dengan anak, sebelum memutuskan menyekolahkan anak. Pilih sekolah yang mendukung kegiatan berinteraksi dengan Al Qur’an di rumah. Bangun komunikasi dengan guru dan sekolah. Hal ini penting agar orang tua, guru dan sekolah bisa bekerjasama secara sinergis dalam keberhasilan belajar anak.

Terakhir adalah fasilitasi kebutuhan anak, arahkan keinginannya, bentuk jiwanya sebelum habis masanya.

Ustadzah Wiwi mewanti-wanti bahwa masa pertumbuhan otak yang maksimal adalah pada usia 0 – 12 tahun. Pada usia itu otak sedang ada di masa puncaknya. Apapun yang dipelajari anak akan cepat diserap otaknya dengan baik. Maka dari itu ada pepatah yang mengatakan bahwa, belajar pada usia muda bagaikan menulis di atas batu. Karena pada masa ini anak-anak mudah belajar dan tak gampang lupa.

Keempat, mulai dari teman-temannya. Orang tua harus bisa mengontrol “peer group”nya dengan siapa. Pergaulan pun akan mempengaruhi keberhasilan anak dalam belajar.

Itulah poin-poin yang dilakukan Ustadzah Wiwi dalam mendidik buah hatinya sehingga mereka menjadi bintang Al Qur’an. Beliau pun mengatakan bahwa, beliau bertekad memiliki anak banyak agar dapat memperbaiki kesalahan terdahulu dalam mendidik putra-putrinya. Subhanallahu.



Beliau menutup pembahasannya dengan menayangkan seorang bayi dan di bawahnya tertulis, “Mulai dari sini. Jadikan setiap detiknya berarti untuk masa depannya yang penuh arti”. Sebuah ajakan yang sungguh menyentakkan kalbu setiap orang tua. Tak ada kata terlambat untuk senantiasa memperbaiki diri agar tercapai generasi robbani yang cinta Al Qur’an.

Acara yang dimulai pukul 10.30 – 13.00 ini dihadiri oleh 56 peserta dari beberapa kalangan. Hadir dalam acara ini para ibu darmawanita KJRI, ibu-ibu dosen UTM, mahasiswa UTM dan Tenaga Kerja Indonesia yang kebetulan cuti pada hari itu.

Teristimewa, acara ini dihadiri oleh perwakilan dari Wanita IKRAM. Seperti kita ketahui bahwa belum lama ini, pada bulan April 2012, Bidang Perempuan DPP PKS menerima tamu delegasi dari Wanita IKRAM Malaysia dan Yayasan Assalam Thailand. Kesamaan visi dan misi Bidang Perempuan PKS dalam mengangkat ketahanan keluarga yang berlandaskan syariah menjadi salah satu tema dalam studi banding mereka ke Jakarta.

Acara ditutup dengan pembacaan doa dan penyerahanan kenang-kenangan kepada ustadzah Wiwi yang disampaikan oleh Ketua Bidang Perempuan PIP PKS Johor dan perwakilan Wanita IKRAM Johor.#


Read more
A. PENDAHULUAN

Qurban berasal dari kata qoroba, yang artinya mendekatkan diri. Oleh karena itu, yang dimaksud dengan qurban adalah mendekatkan diri. Dalam konteks keislaman maknanya adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wata'ala.

Ritual ibadah qurban adalah ritual ibadah dalam agama Islam. Allah perintahkan kepada umat nabi Muhammad SAW berdasarkan sejarah qurban Nabi Ibrahim as terhadap anaknya Ismail as yang kemudian Allah gantikan dengan seekor gibas. Hewan yang dijadikan qurban adalah unta, sapi, dan kambing atau domba.

Pelaksanaan ibadah qurban harus diniatkan dalam rangka taat dan menjalankan perintah Allah, bukan untuk tujuan lainnya. Allah berfirman dalam Surat Al-Kautsar yang menjadi dasar syariat penyembelihan hewan qurban.

“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus” (QS. Al Kautsar: 1-3)

Ibadah qurban juga memiliki beberapa keutamaan yaitu pengampunan dari Allah, keridhaan Allah, amalan yang paling dicintai Allah pada hari raya Idul Adha, hewan qurban menjadi saksi di hari kiamat, dan mendapatkan pahala yang besar. Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak ada satu amalan yang paling dicintai Allah dari Bani Adam ketika hari raya Idul Adha selain menyembelih hewan qurban.” (HR.Tirmidzi, Ibnu Majjah, dan Hakim)



B. BENTUK PELAKSANAAN

Untuk mendukung dan menjalankan Program Tebar Qurban Idul Adha 1431H PIP PKS Johor, maka telah dibentuk satu kepanitiaan. Secara umum, tugas dari Panitia ini adalah sebagai berikut:

1. Mempersiapkan paket komunikasi dan informasi mengenai ibadah qurban guna mengingatkan kembali akan pentingnya kewajiban syari’ah qurban kepada masyarakat muslim yang berdomisili di Johor.

2. Mengumpulkan dana hewan qurban yang diserahkan oleh Panitia Qurban PIP PKS Johor.

3. Mengidentifikasi wilayah kantong-kantong dlua'fa yang ada di Tanah Air, berdasarkan masukan yang diterima baik dari masyarakat muslim Johor, ataupun dari jaringan organisasi muslim yang ada.

4. Menentukan lokasi penyerahan hewan qurban yang memenuhi kriteria dan jangkauan sesuai dana yang terkumpul baik yang berada di Johor maupun di Tanah Air.

5. Menyalurkannya untuk sedapatnya disampaikan langsung kepada masyarakat muslim yang membutuhkannya di Johor dan Tanah Air.



C. JENIS DAN HEWAN QURBAN

Penyertaan hewan qurban dapat dilakukan dengan memberikan konfirmasi kepada panitia, baik melalui e-mail: pks.johor@gmail.com ataupun dengan menghubungi via telephone kepada salah satu Panitia Tebar Qurban IDUL ADHA 1433 H PIP PKS Johor dengan menyebutkan berapa jumlah penyertaannya.

1. Untuk qurban berupa sapi, harga satu ekornya kami tetapkan RM3150. Qurban berupa sapi dapat dibagi menjadi 7 bagian penyertaan, yang mana setiap bagian penyertaannya RM450/bagian.

2. Bila Bapak/ibu/Saudara berniat untuk ikut berqurban sebesar satu ekor atau lebih dari satu bagian sapi dengan harga yang lebih besar, insya Allah kami akan menyalurkannya.

Catatan: Harga di atas sudah termasuk biaya operasional dan cadangan untuk perubahan kurs.

Dana Qurban bisa ditransfer lewat rekening resmi PIP PKS JOHOR
a/n AZHARI JAILANI DAUD,
CIMB ISLAMIC 01060000271207

Untuk informasi lebih lanjut silakan layangkan pertanyaan dan konfirmasi transfer ke penanggung jawab Tebar Qurban PIP PKS Johor,

Azhari Bin Jailani Bin Daud Bin Nyak Utsman el-Atchy
Bachelor of Dakwah And Ushuluddin,
Islamic University of Medinah Munawwarah, KSA
Hp +60197060458 / +60167478073
atau ke email pks.johor@gmail.com




Read more


Siapa yang tak mengenal Habib Nabil Al-Musawa, beliau adalah anggota DPR RI fraksi PKS dari komisi IV untuk periode 2009-2014. Pada hari Ahad, 30 September 2012 yang lalu, beliau berkenan hadir bersilaturahim dengan kader PKS di markas dakwah PIP PKS Johor, Malaysia.

Dalam silaturahim yang diadakan singkat, karena Habib harus segera kembali ke Jakarta, Habib berkenan menjawab semua pertanyaan yang ditanyakan para hadirin seputar isu-isu yang berkembang di Tanah Air.

Kunjungan Habib ke Johor, Malaysia adalah atas undangan Ikatan Keluarga Muslim Indonesia (IKMI) yang memintanya untuk memberikan ceramah di acara halal bil halal pada hari yang sama.



Habib Nabil Al Musawa dan Ketua MPW Malaysia, Ustad Budi


Mendengarkan taujih dari Habib


Read more
Budi Yanto Husodo
(Ketua MPW PIP PKS Malaysia)




Alhamdulillah, bersama beberapa ikhwah, pada hari Ahad 17 September saya berkesempatan menghadiri jamuan raya IKRAM Johor. Pada perjamuan tersebut kami berbincang-bincang dengan Prof Tarmizi, Ahli Jawatan Kuasa IKRAM Pusat (Lajnah Siyasi).

Seperti biasa, setiap berjumpa dengan beliau, saya selalu meminta pandangan-pandangan beliau tentang berbagai peristiwa politik di tanah air. Ada beberapa sebab mengapa saya begitu antusias dengan pandangan beliau.

Pertama, beliau memang memiliki minat yang sangat besar terhadap politik Indonesia. Kedua, analisis dan prediksi beliau tentang politik Indonesia selama ini sangat akurat. Termasuk hasil raihan suara PKS di Pemilu 2009. Ketiga, karena beliau “orang luar”, biasanya lebih jernih (baca : objektif) melihat situasi.

Pada perjumpaan ini saya tanyakan bagaimana beliau melihat “kekalahan” kita di Pilkada Jakarta. Ada banyak hal yang beliau sampaikan. Beberapa di antara yang masih saya ingat,

Pertama, ini adalah konfirmasi atas tidak rasionalnya pemilih kita. Tampilan dan terutama citra lebih menarik ketimbang visi, misi, dan program kerja yang kongkret.

Kedua, strategi pencitraan media besar-besaran oleh timses Jokowi-Ahok sangat berhasil. Dengan strategi ini, sebagian besar masa pemilih Jakarta terpukau pada pasangan ini. Termasuk kelas menengahnya. Hal ini mengulangi apa yang terjadi pada kasus SBY di Pilpres 2009. Sayangnya ini tidak dilakukan oleh Timses Dr. Hidayat. Mungkin karena terbatasnya dana.

Yang terakhir menurut Prof Tirmizi, pada akhirnya kita hanya akan menang dengan sesungguhnya ketika sudah terjadi perubahan dalam dada para pemilih. Ketika mengatakan ini beliau menunjuk dadanya. Sepanjang para pemilih masih dengan cara pandang dan keyakinan yang sama susah bagi partai dakwah untuk meraih suara yang signifikan.

Perubahan Sejati

Pernyataan Prof Tarmizi yang terakhir ini menurut saya layak untuk kita renungkan. Agar jangan sampai kita berpikir dengan cara yang sama dengan mereka yang tidak sedang berdakwah, yang mengejar kemenangan semata-mata dengan logika politik. Di antara prinsip perubahan yang kita yakini adalah :

“Innallaha laa yughayyiru ma biqaumin hatta yughayyiru maa bianfusihim”. “Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sebelum berubah apa yang ada di dalam hati mereka” (QS 13 : 11)

“Ala inna fil jasadi mudhghoh. Idza soluhat sholuhal jasada kulluhu, wa idza fasadat fasadal jasada kulluhu. Ala wahiyya AL Qalb”. “Sesungguhnya di dalam tubuh kita ini ada segumpal daging. Kalau dia baik maka baik seluruh diri kita dan kalau dia rusak maka rusak pula seluruh diri kita. Dia adalah hati” (Al Hadits).

Kesimpulan dari ayat dan hadits ini adalah tidak akan ada perubahan hakiki tanpa adanya perubahan aqidah, persepsi, keyakinan, dan apa-apa yang mewarnai hati manusia. Dalam materi tarbiyah yang pernah kita dapatkan, yaqzhotul ummah selalu dimulai dengan yaqzhotur ruhiyyah.

Jadilah Murabbi

Apa yang akan menyebabkan terjadinya yaqzhotur ruhiyyah? Jawabannya adalah tarbiyyah. Kalaulah perubahan itu bisa diwujudkan dengan semata-mata kekuasaan politik tentu Rasulullah SAW tidak akan menyia-nyiakan tawaran dari Quraisy untuk menjadi raja sebagai konsesi beliau meninggalkan dakwah. Namun beliau lebih memilih menekuni mentarbiyah umat, hingga mereka memiliki kesiapan yang diperlukan sebagai basis ketika beliau pada waktunya mengambil alih kekuasaan politik.

Berbagai “kekalahan politik” (baca : tidak tercapainya target-target politik) kita mulai dari pemilu 2009 hingga pilkada DKI mungkin merupakan pertanda bahwa basis kita (qaidah ijtimaiyyah) di tengah-tengah massa pemilih masih belum cukup kuat.

Pesawat dakwah kita yang besar ini tidak akan bisa terbang tanpa landasan yang kuat. Ketika kita terus berusaha meningkatkan prestasi amal-amal siyasi, kita juga perlu terus mengokohkan dan memperluas amal tarbawi kita agar berubah apa yang ada di dalam hati masyarakat kita sesuai dengan tuntunan Islam seperti yang kita yakini.

Di sinilah letak peranan strategis para murabbi. Kita memerlukan murabbi dalam jumlah yang besar. Karena itu, adalah sebuah hal yang memiriskan hati ketika data-data kaderisasi di berbagai DPW menunjukkan bahwa banyak kader kita, khususnya kader inti, yang tidak mentarbiyah halaqah.

Mengapa hal ini terjadi? Apakah karena kita sudah kekurangan orang untuk ditarbiyah? Apakah ratusan ribu bahkan jutaan TKI di Malaysia dan saudara-saudara kita di tanah air bukan potensi mad’u yang besar untuk kita halaqahi? Apakah di sekitar kita tinggal atau beraktifitas tidak ada 2, 3, 5, 10 orang Indonesia yang bisa kita dekati?

Seorang Masyaikh kita pernah berujar,

“Innaa akhash shaadiqi laa budda an yakuuna murabbiyyan”. “Sesungguhnya seorang Akh sejati itu pastilah seorang murabbi”.

Ini saya kira sudah lebih dari cukup untuk memicu motivasi kita. Saya jadi teringat lagi tema TFT Nasional I’dad Murabbi yang saya ikuti tahun 2011 : “TELADANI NABI, JADILAH MURABBI”.


Johor Bahru, 17 September 2012





Read more

Setelah 14 tahun berlalu sejak PBB mengakui bahwa muslim Rohingya mengalami penderitaan di tangan rezim militer di Burma (Myanmar). Namun sampai hari ini, Muslim Rohingya terus menjadi sasaran kampanye penghapusan etnis muslim di Burma. Pembantaian yang sistematis dan penganiayaan diskriminatif dari rumah ke rumah menjadi momok mengerikan bagi muslim Rohingya.

Apa yang telah dilakukan oleh PBB? Tidak ada. Begitu pula dengan pemberitaan di media global. Tidak membantu dalam mengupas tuntas masalah yang sedang terjadi pada muslim Rohingya.

Seperti diberitakan bahwa muslim Rohingya mengalami pembantaian dan mengalami perlakukan deskriminatif karena mempertahankan aqidahnya.

Nasib 1 juta lebih penduduk muslim Rohingya ada di tangan saudaranya sesama muslim. Oleh karena itulah Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) secara nasional dan internasional memberikan arahan kepada para kadernya untuk melakukan MUNASHOROH MUSLIM ROHINGYA.

Dalam waktu dekat ustad Hidayat Nur Wahid (perwakilan dari PKS) dan beberapa ormas di Indonesia akan melakukan perjalanan ke Myanmar untuk membahas masalah muslim Rohingya.

PIP-PKS JOHOR sebagai Pusat Informasi Pelayanan Partai Keadilan Sejahtera yang berada di kawasan Johor, Malaysia juga membuka tabung amal untuk Munashoroh bagi Muslim Rohingya di Myanmar.

Infak munashoroh bisa di transfer lewat rekening resmi PIP-PKS JOHOR a/n AZHARI JAILANI DAUD, CIMB ISLAMIC 01060000271207

Untuk informasi lebih lanjut silakan layangkan pertanyaan dan konfirmasi transfer ke penanggung jawab munashoroh untuk muslim Rohingya.

Azhari Bin Jailani Bin Daud Bin Nyak Utsman el-Atchy
Bachelor of Dakwah And Ushuluddin,
Islamic University of Medinah Munawwarah, KSA
Hp +60197060458 / +60167478073
Read more
Puasa Ramadhan bagi umat Islam tidak akan sempurna jika di sekeliling kita masih terdapat orang-orang yang menderita dan terabaikan. Puasa mengajarkan kita untuk lebih peka dan peduli dengan mereka. Demikian di antara petikan taushiyah Ust. A. M. Yusuf, Lc dalam acara buka puasa bersama dan berbagi bingkisan Ramadhan yang dilaksanakan oleh PIP PKS Malaysia di Shelter KBRI Kuala Lumpur pada 15 Agustus 2012.

Atase Ketenagakerjaan KBRI, Agus Triyanto A.S, yang hadir dalam acara ini didampingi staf KBRI, Suhendri, menyambut hangat aksi kepedulian yang ditunjukkan para kader PKS ini. Dalam sambutannya, Atase Ketenagakerjaan menyampaikan terima kasih atas kedatangan Tim PIP PKS Malaysia yang membawa keceriaan dan kebahagiaan untuk para TKW. Sebagaimana diketahui, para TKW yang tinggal di Shelter KBRI umumnya adalah pekerja yang mengalami masalah selama di Malaysia terutama akibat tindak penganiayaan ataupun penipuan dari majikan. Selanjutnya, Agus juga mengajak para TKW agar semakin memperbanyak rasa syukur kepada Allah karena masih banyak pihak yang peduli dengan mereka.

Selain berbuka puasa bersama, Tim PIP PKS juga mendistribusikan paket bingkisan Ramadhan yang berisi bahan-bahan kebutuhan pokok kepada semua peserta. Acara yang dipandu Suhendri, staf KBRI dan diikuti sekitar 80 TKW ini berlangsung ceria dalam suasana penuh kekeluargaan.

Selama ini PKS Malaysia dikenal mempunyai tradisi berbagi dengan para TKW, khususnya yang berada di Shelter KBRI. Tahun lalu, dana zakat yang dihimpun oleh PKS sebagiannya didistribusikan untuk para penghuni Shelter dan petugas keamanan yang bertugas di KBRI dan Wisma Duta.

Sepanjang Ramadhan tahun 1433 ini, PIP PKS Malaysia melaksanakan program buka puasa dan tebar bingkisan bersama warga Indonesia yang tersebar di perusahaan-perusahaan (kilang-kilang) dan paguyuban warga Indonesia di seluruh Malaysia. Mereka juga menunjukkan kepeduliaan kepada sesama Muslim mancanegara dengan menggalang bantuan untuk Muslim Rohingya.
Read more
Reporter: Abdul Wahid Surhim
(Pelajar PhD UTM Johor-Malaysia)
--
JOHOR – Malaysia, 11/7/2010. Kesinambungan kepemimpinan PKS Johor terjaga dengan baik dengan diselenggarakannya Musyawarah Daerah (Musda) yang kedua pada Ahad, 11 Juli 2010. Berbeda dengan Musda pertama yang hanya melibatkan tidak lebih dari 10 anggota inti, Musda kali ini benar-benar mengikuti apa yang sudah dicontohkan oleh Munas PKS Kedua yang baru lalu.

Hadir dalam Musda kali perwakilan resmi Indonesia di Johor dan sekitarnya (Johor, Melaka, Pahang, dan Negeri Sembilan) yang dipimpin oleh Konsul Jendral Jonas L. Tobing. Kepala KJRI Johor Bahru yang notabene non-Muslim ini menyambut baik dilibatkannya KJRI, organisasi pelajar, paguyuban Minang, dan organisasi pembina TKI (IKMI, Ikatan Keluarga Muslim Indoneisa) di Johor dalam Musda PKS Johor. Dengan demikian jalinan silaturrahim antar anak bangsa di negeri jiran ini bias berjalan dengan baik. Kepala KJRI Johor Bahru ini juga secara resmi membuka Musda PKS Johor yang kedua ini.

Setelah break ishoma, acara dilanjutkan dengan sosialisasi hasil Munas PKS yang baru lalu. Taujih yang menguraikan penjelasan lima misi PKS sebagaimana yang tercantum dalam Rencana Strategis (Renstra) 2010-2015 disampaikan oleh Ketua MPW PKS Malaysia. Kilasan Munas PKS disampaikan oleh Dr. Teddy S. Gunawan, Sekum PKS Malaysia yang juga dosen (bahasa Malaysianya pensyarah) UIA (Universiti Islam Antarbangsa). Turunan Renstra hingga menjadi program, khusus untuk luar negeri, disampaikan langsung oleh Ketua DPW PKS Malaysia, Dr. Sigit PW Jarot yang juga pensyarah UIA.

Meniru apa yang dilakukan dalam Munas yang lalu, Musda diakhiri dengan pelantikan Ketua DPD, DSD, dan MPD PKS Johor oleh Ketua DPW. Pemilihan masing-masing ketua struktur daerah ini sudah berlangsung pada Multaqa AI yang sudah berlangsung sebelum Musda. Yang istimewa adalah bahwa struktur PKS Johor sudah lengkap dengan diadakannya struktur DSD yang dipimpin oleh mantan Ketua DPD PKS Johor 2007-2010 Ustadz Azhari Jailani Daud, Lc (lulusan Universitas Islam Madinah) dengan dibantu oleh Ustadz Zaenuddin Ma’ali, Lc (lulusan Al-Azhar Mesir).

Dalam sambutannya Ketua DPD terpilih, Budi Yanto Husodo, MSc. (pelajar S3 UTM) menyemangati peserta Musda dengan berteriak, “PKS untuk Semua!” dan langsung disambut dengan suara lantang oleh hadirin, “Mari Bekerja!”

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com
Read more
Oleh: Abdul Wahid Surhim*

PKS JOHOR – Malaysia (15/02/09). Hari sabtu malam 14 Pebruari 2009 menjadi momen penting bagi PKS Johor – Malaysia untuk memantapkan mentalitas dalam menghadapi kemenangan dakwah 2009. Para kader dari semua peringkat mengikuti MABIT (Malam Bina Iman dan Taqwa) untuk menggembleng dan memantapkan mentalitas kader agar lebih siap dan selalu siaga menghadapi kerja-kerja dakwah. Dengan Muwajjih DR. Dadan H, seluruh kader diingatkan bahwa kemanisan iman (halawatul iman) akan tercapai bila seseorang telah merasakan dua kelezatan: kelezatan taat (istildzadzut-tha’at) dan kelezatan memikul derita perjuangan (istildzadzu tahammulil masyaqqah).

Dua kelezatan itu merupakan buah dari keridhaan seseorang menjadi Allah sebagai Robbnya, Islam sebagai dien-nya, dan Muhammad SAW sebagai Nabi dan RasulNya. Jika seseorang sudah ridho, maka apapun yang diperintahkan Allah atau Islam atau Rasulullah akan dilaksanakan dengan penuh kelezatan. Apapun derita yang dialaminya tatkala melaksanakan perintah-perintah itu akan dirasakan kelezatannya. Pemenangan dakwah di tahun 2009 mungkin dirasakan berat. Tapi yang ingin merasakan manisnya iman, ini adalah kesempatan yang tidak boleh diabaikan.

Di samping mentalitas, pagi hingga siangnya (Ahad, 15/02/09) dilaksanakan pertandingan futsal antar-DPC yang diselenggarakan oleh DPC PKS SSK (Senai-Saleng-Kulai). Tidak tanggung-tanggung, arena futsalnya benar-benar berkelas dunia. Ini menambah semangat para peserta. Dilakukan dengan sistem setengah kompetisi dibagi dua grup, akhirnya mempertemukan juara dan runner-up grup masing-masing. Grup DPD PKS Johor sebagai juara grup A melawan runner-up Grup B (DPC SGPT: Skudai-Gelang Patah-Tampoi), dan DPC Pasir Gudang (runner –up Grup A) melawan DPC SSK (juara Grup B). Semua pertandingan pertandingan akhirnya ditentukan melalui adu pinalti, termasuk partai final. Akhirnya juara satu DPC SSK (tuan rumah), juara dua DPC SGPT, dan juara bersama 3 DPD dan DPC Pasing Gudang.

Pertandingan diakhiri dengan menyanyikan nasyid ISLAM CINTA KEADILAN, penyerahan hadiah, foto bersama, dan doa.
----
*Mahasiswa Indonesia program doktoral UTM (Univ. Teknologi Malaysia)
Read more
Reporter : Abdul Wahid Surim

SELANGOR, Malaysia. Kader PKS di Malaysia di bulan Mei - Juni ini kedatangan banyak tamu istimewa. 5 Mei yang lalu kedatangan Dr. Hidayat Nur Wahid. Kedatangan Ketua MPR ini atas undangan Konferensi Internasional Pelajar Indonesia di Kuala Lumpur. Beliau juga menghadiri sidang parlemen Malaysia dan bertemu dengan ikhwah Indonesia yang ada di Kuala Lumpur dan sekitarnya. Kemudian disusul kedatangan Wakasekjen PKS Dr. Mardani yang datang ke Johor atas undangan ikhwah Malaysia, akhir Mei.

Meskipun hanya sebentar, ikhwah Indonesia di Johor memanfaatkan kedatangan beliau dengan mengadakan pertemuan untuk mendapatkan informasi terbaru perkembangan perpolitikan di tanah air. 1 Juni kemarin, kedatangan tiga aleg DPR Komisi IX dari Fraksi PKS. Dan Rabu Kemarin (4/6) kembali kedatangan dua orang petinggi PKS, yaitu Presiden PKS Ir. Tifatul Sembiring dan Ketua MPP PKS Drs. Suharna, serta Bendahara Umum PKS Mahfud Abdurrahman.

Presiden PKS menyampaikan pentingnya kita istiqamah mengarungi perpolitikan ini. Kemenangan demi kemenangan yang diraih oleh PKS di berbagai pilkada tidak boleh membuat kita melenceng dari jalan dakwah. Beliau menjelaskan masalah ini dengan mengambil ibrah dari surat Hud ayat 112-113. Sekali kita melenceng, maka Allah akan mencabut dukunganNya. Na’udzubillah min dzalik.

Allah SWT telah memberikan kemenangan kepada PKS sebanyak 92 pilkada. Delapan untuk pilgub dan 84 untuk pilbup/pilwalkot. Yang terakhir adalah dengan keluarnya keputusan Mendagri tentang kemenangan calon PKS di pilgub Malut. Saat ini Golkar sudah tidak dominan lagi di jajaran pimpinan negeri ini. Bahkan benteng terakhirnya di Jabar dan Sumut pun jebol.

Presiden Tifatul juga memberikan bekalan untuk memenangkan PKS di 2009. Kita semua harus memiliki 5 LEBIH: LEBIH DULU bergerak, LEBIH CEPAT bergerak, LEBIK KOMPAK, LEBIH DALAM menganalisis permasalahan, dan LEBIH JAUH melangkah.

Sementara Kang Harna (panggilan akrab Ketua MPP) menguraikan sekelumit pengantar Platform PKS. Seharusnya pengantar untuk memahami Platform PKS minimal memerlukan waktu 5x2 jam. Jadi dengan waktu 30 menit hanya bisa menyampaikan pengantar dari pengantar saja.

Kang Harna menekankan bahwa buku yang diberi judul Memperjuangkan Masyarakat Madani ini merupakan BUKU WAJIB BAGI KADER. Orang-orang di luar PKS saja sudah pada punya, masak kader tidak punya? Buku tersebut terdiri atas tiga bagian: Platform PKS, Falsafah Dasar Perjuangan PKS, dan AD/ART PKS.

Platform merupakan visi, misi, produ dan sikap partai terhadap permasalahan bangsa. Sehingga kalau kita tidak memahami Platform berarti tidak bisa menjawab permasalahan bangsa. Platform juga merupakan kebijakan partai, sehingga sifatnya ringkas. Rinciannya harus diterjemahkan oleh ikhwah/akhawat yang kelak duduk di pemerintahan, jika Allah mentaqdirkan PKS menjadi RI-1 atau RI-2 di tahun 2009. Allahu akbar!

Platform PKS sudah dilakukan uji public pada 20 April yang lalu di Hotel Bidakara, Jakarta. Sebagai pengujinya adalah Jimly Ashiddiqi (Ketua Mahkamah Konstitusi), Sri Mulyani (Menteri Keuangan), dan Azyumardi Azra. Semuanya memberikan apreasiasi luar biasa terhadap terbitnya buku itu. Di luar itu, beberapa pengamat dari berbagai lembaga juga menulis komentar positif terhadap Platform PKS. Dari CSIS (yang dulu menjadi think tank Suharto) J. Kristiadi dan Indra J. Piliang. Kristiadi mengatakan bahwa hampir semua partai politik di negeri ini tidak punya ideologi. Ideologi yang dimaksud bukan berupa tulisan tertera pada anggaran dasar dan anggaran rumah tangga partai politik, melainkan ideologi sebagai sistem nilai yang diinternalisasikan pada kader- kader partai.

"Hanya Partai Keadilan Sejahtera yang tampak mempunyai ideologi dalam pengertian ini," kata Kristiadi.

Sedangkan Indra J Piliang mengatakan dengan terbitnya buku Platform berarti PKS SIAP MEMIMPIN. Allahu akbar!


Read more

Copyright © 2012, PKS Johor Malaysia Allrights Reserved - Magazine World Theme - Designed by Uong Jowo