Presiden PKS Sambangi Kader PKS Malaysia
Reporter : Abdul Wahid SurimSELANGOR, Malaysia. Kader PKS di Malaysia di bulan Mei - Juni ini kedatangan banyak tamu istimewa. 5 Mei yang lalu kedatangan Dr. Hidayat Nur Wahid. Kedatangan Ketua MPR ini atas undangan Konferensi Internasional Pelajar Indonesia di Kuala Lumpur. Beliau juga menghadiri sidang parlemen Malaysia dan bertemu dengan ikhwah Indonesia yang ada di Kuala Lumpur dan sekitarnya. Kemudian disusul kedatangan Wakasekjen PKS Dr. Mardani yang datang ke Johor atas undangan ikhwah Malaysia, akhir Mei.
Meskipun hanya sebentar, ikhwah Indonesia di Johor memanfaatkan kedatangan beliau dengan mengadakan pertemuan untuk mendapatkan informasi terbaru perkembangan perpolitikan di tanah air. 1 Juni kemarin, kedatangan tiga aleg DPR Komisi IX dari Fraksi PKS. Dan Rabu Kemarin (4/6) kembali kedatangan dua orang petinggi PKS, yaitu Presiden PKS Ir. Tifatul Sembiring dan Ketua MPP PKS Drs. Suharna, serta Bendahara Umum PKS Mahfud Abdurrahman.
Presiden PKS menyampaikan pentingnya kita istiqamah mengarungi perpolitikan ini. Kemenangan demi kemenangan yang diraih oleh PKS di berbagai pilkada tidak boleh membuat kita melenceng dari jalan dakwah. Beliau menjelaskan masalah ini dengan mengambil ibrah dari surat Hud ayat 112-113. Sekali kita melenceng, maka Allah akan mencabut dukunganNya. Na’udzubillah min dzalik.
Allah SWT telah memberikan kemenangan kepada PKS sebanyak 92 pilkada. Delapan untuk pilgub dan 84 untuk pilbup/pilwalkot. Yang terakhir adalah dengan keluarnya keputusan Mendagri tentang kemenangan calon PKS di pilgub Malut. Saat ini Golkar sudah tidak dominan lagi di jajaran pimpinan negeri ini. Bahkan benteng terakhirnya di Jabar dan Sumut pun jebol.
Presiden Tifatul juga memberikan bekalan untuk memenangkan PKS di 2009. Kita semua harus memiliki 5 LEBIH: LEBIH DULU bergerak, LEBIH CEPAT bergerak, LEBIK KOMPAK, LEBIH DALAM menganalisis permasalahan, dan LEBIH JAUH melangkah.
Sementara Kang Harna (panggilan akrab Ketua MPP) menguraikan sekelumit pengantar Platform PKS. Seharusnya pengantar untuk memahami Platform PKS minimal memerlukan waktu 5x2 jam. Jadi dengan waktu 30 menit hanya bisa menyampaikan pengantar dari pengantar saja.
Kang Harna menekankan bahwa buku yang diberi judul Memperjuangkan Masyarakat Madani ini merupakan BUKU WAJIB BAGI KADER. Orang-orang di luar PKS saja sudah pada punya, masak kader tidak punya? Buku tersebut terdiri atas tiga bagian: Platform PKS, Falsafah Dasar Perjuangan PKS, dan AD/ART PKS.
Platform merupakan visi, misi, produ dan sikap partai terhadap permasalahan bangsa. Sehingga kalau kita tidak memahami Platform berarti tidak bisa menjawab permasalahan bangsa. Platform juga merupakan kebijakan partai, sehingga sifatnya ringkas. Rinciannya harus diterjemahkan oleh ikhwah/akhawat yang kelak duduk di pemerintahan, jika Allah mentaqdirkan PKS menjadi RI-1 atau RI-2 di tahun 2009. Allahu akbar!
Platform PKS sudah dilakukan uji public pada 20 April yang lalu di Hotel Bidakara, Jakarta. Sebagai pengujinya adalah Jimly Ashiddiqi (Ketua Mahkamah Konstitusi), Sri Mulyani (Menteri Keuangan), dan Azyumardi Azra. Semuanya memberikan apreasiasi luar biasa terhadap terbitnya buku itu. Di luar itu, beberapa pengamat dari berbagai lembaga juga menulis komentar positif terhadap Platform PKS. Dari CSIS (yang dulu menjadi think tank Suharto) J. Kristiadi dan Indra J. Piliang. Kristiadi mengatakan bahwa hampir semua partai politik di negeri ini tidak punya ideologi. Ideologi yang dimaksud bukan berupa tulisan tertera pada anggaran dasar dan anggaran rumah tangga partai politik, melainkan ideologi sebagai sistem nilai yang diinternalisasikan pada kader- kader partai.
"Hanya Partai Keadilan Sejahtera yang tampak mempunyai ideologi dalam pengertian ini," kata Kristiadi.
Sedangkan Indra J Piliang mengatakan dengan terbitnya buku Platform berarti PKS SIAP MEMIMPIN. Allahu akbar!
No comments: